Belum lama ini, Google telah mengadakan perhelatan Game Developer Conference 2019 yang diadakan di San Francisco, Amerika Serikat. Dalam acara tersebut, nampaknya Google sangat serius untuk masuk ke industri game melalui produk terbaru mereka yang mengandalkan layanan “cloud gaming” bernama Google Stadia.

Apa itu Google Stadia? Jadi, Google Stadia itu adalah sebuah layanan streaming khusus yang cara kerjanya mirip-mirip seperti Netflix atau Spotify. Bedanya, Google Stadia ini memfokuskan untuk streaming video game secara real time.

Sebelumnya apakah pernah kamu berpikir bahwa ke depannya, kita semua dapat menjalankan berbagai macam game apapun, mulai dari yang ringan sampai yang berat sekalipun hanya dengan media streaming, dan tentunya tanpa perangkat konsol.

Membutuhkan Internet Kencang

Karena layanan ini merupakan cloud gaming, maka para pemain tidak diwajibkan untuk memiliki perangkat berspesifikasi tinggi, namun sebagai gantinya pihak Google mewajibkan pemain untuk memiliki internet berkecepatan tinggi. Seberapa cepatkah itu? Google sendiri menyebutkan bahwa layanan ini membutuhkan minimal 25 Mbps untuk menjalankan resolusi 1080p 60fps dan 30 Mbps untuk 4K 60fps.

Memiliki Kontroller Sendiri

Meskipun tidak memiliki konsol, namun Google Stadia menyediakan sebuah konsol untuk menggunakan layanan cloud gaming ini. Jika dilihat sekilas, rupa dari controller ini tidak jauh berbeda dengan yang sejenis pada umumnya.

Game yang Tersedia Baru Sedikit

Sampai tulisan ini dibuat, masih belum bisa dipastikan game apa saja yang akan tersedia di layanan ini ke depannya. Namun, Google sendiri telah memamerkan beberapa game ternama, seperti Assassin’s Creed Odyssey dan Doom Eternal yang dapat mereka jalankan dengan lancar.

Harga Masih Belum Jelas

Untuk masalah harga, sayangnya masih belum dapat dipastikan berapa tepatnya. Mekanisme dalam menggunakan layanan ini juga masih belum jelas, entah harus berlangganan atau sistemnya seperti Netflix.

Untuk saat ini, Google Stadia baru tersedia di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan beberapa negara Eropa lainnya. Masih belum ada tanda-tanda bahwa layanan ini akan berada di Asia, khususnya di Indonesia.

Jadi, apakah kamu tertarik dengan Google Stadia?

Penulis: Veby Vabyo | 10116029